Gejala Leukemia Anak dan Pengobatannya

Anemia yang timbul pada leukemia bukan hanya akibat depresi sumsum tulang, melainkan juga perdarahan. Jika leukemia sudah parah, perdarahan akan mudah sekali terjadi karena trombosit yang berfungsi dalam sistem pembekuan darah jumalhnya berkurang. Perdarahan ini jika dibiarkan terus-menerus akan menimbulkan anemia.

Jika terdapat gejala awal leukemia yang disebutkan seperti demam hilang timbul tanpa sebab yang jelas, perdarahan, pucat, letih, lemas dan lesu, maka orangtua harus segera membawa anknya ke dokter. Hal ini dimaksudkan agar penyakit keganasan darah seperti leukemia cepat terdeteksi sejak awal. Setelah melakukan anamensis yang teliti, selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah terdapat kelainan darah yang mengacu pada penyakit leukemia.

Pada leukemia, hasil pemeriksaan darah yang patut dicurigai adalah nilai leukosit yang sangat tinggi. Namun, nilai leukosit yang tinggi harus dipikirkan pula adanya leukomoid reacton (LR). Leukomoid reation adalah reaksi tubuh akibat infeksi yang mengakibatkan produksi leukosit yang sangat banyak. Pada pemeriksaan darah jumlahnya sangat mirip dengan leukemia yakni bisa mencapai puluhan ribu. Namun pada LR, leukosit tersebut adalah normal. Berbeda dengan leukemia, meski jumlah leukosit tersebut tidak normal dan akibatnya fungsinya pun tidak baik.

Leukosit reaction (LR) biasanya terjadi pada keadaan sepsis atau pada infeksi yang sangat berat. Tubuh akan berusaha melawan infeksi tersebut dengan memproduksi leukosit yang sangat banyak. Bahkan jumlah leukosit bisa mencapai 100.000/ul.

Untuk membedakan leukemia dan leukemia reaction, selain dari gejala, bisa juga diperiksa sel darah tepinya. Pada leukemia, sel darah tepi menunjukkan sel-sel yang masih muda sehingga fungsinya belum sempurna. Sementara pada leukosit reaction, pemeriksaan sel darah tepinya normal. Pada hitung jenis pun didapatkan tipe limfositer pada leukemia dan segmenter pada leukosit reaction. Limfositer artinya leukosit cenderung didominasi oleh sel-sel limfosit. Sedangkan segmenter lebih didominasi oleh basofil, eosinofil dan netrofil.

Pengambilan sampel darah, anak di atas 3 tahun diambil dari kista iliaka anterior yakni di tulang panggul. Sedangkan di bawah 3 tahun diambil dari tibia anterior yakni di tulang kaki.

Gambar : sel darah normalGambar : Leukemia limfosit akut

Komplikasi pada anemia kelainan darah terutama pada penyakit leukemia

Jika tidak ditangani dengan baik, anemia akan berlanjut menjadi parah dan keadaan anak semakin memburuk. Hal yang paling membahayakan adalah terjadin dekompensasio kordis (dekom jantung). Pada keadaan ini, jantung tidak bisa memompa darah sebagaimana mestinya. Mengapa hal ini terjadi? Pada anemia, hemoglobin yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh, jumlahnya jauh berkurang. Akibatnya, tubh pun akan kekurangan oksigen. Keadaan ini akan memberikan sinyal ke jantung agar memompa darha lebih cepat dan lebih banyak. Jantung pun akan berusaha memompa darah lebih cepat dengan kapasitas yang lebih besar. Jika keadaan ini berlangsung lama. Maka janutng akan lelah. Jantung yang lelah dan tidak bisa memenuhi kebutuhan oksigen atua darah di tubuh ini disebut sebagai dekom jantung.

Penanganan leukemia dan transfusi darah

Untuk menangani anemia tentunya penyakit dasarnya harus ditangani terlebih dahulu. Modalitas terapi yang digunakan pada penyakit keganasan ada 3 yaitu : kemoterapi, radiasi dan operasi. Pada leukemia, modlitas yang digunakan adalah kemoterapi. Sedangkan pada retinoblastoma, baik kemoterapi, radiasi dan operasi semuanya digunakan.

Yang tidak kalah penting adalah terapi suportif yang meliputi obat-obatan, perawatan, serta gizi yang baik. pemberian gizi yang baik akan sangat membantu proses penyembuhan karena pasien-pasien keganasan memiliki daya tubuh yang rendah (imunokompomais).

Posted in Gejala Leukemia | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Terapi Leukemia

Anak yang selamat dari leukemia mengalami peningkatan risiko untuk terjadi keganasan baru di masa selanjutnya dibandingkan dengan anak-anak yang tidak sakit leukemia, lebih cenderung berhubungan dengan sifat agresif regimen kemoterapeutik (atau radiologi).

Regimen terapi, termasuk transplantasi sumsum tulang dihubungkan dengan depresi sumsum tulang temporer dan peningkatan risiko perkembangan infeksi berat yang dapat menyebabkan kematian.

Bahkan pada terapi dan remisi yang berhasil, sel-sel leukemik masih tetap ada, meninggalkan gejala sisa penyakit. Implikasi untuk prognosis dan pengobatan masih belum jelas.

Pengobatan yang dapat dilakukan dan tata pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

1. Kemoterapi dengan banyak obat

2. Antibitoik untuk mencegah infeksi

3. Transfusi sel darah merah dan trombosit untuk mengatasi anemia dan mencegah perdarahan.

4. Pencangkokan sumsum tulang dapat berhasil mengobati penyakit. Produk darah dan antibiotik speektrum luas diberikan selama prosedur transplantasi sumsum tulang untuk melawan dan mencegah infeksi.

5. Imunoterapi, termasuk dengan interferon dan sitokin lain, digunakan untuk memperbaiki hasil.

6. Terapi untuk leukemia kronis mungkin lebih konservatif

7. Terapi yang dijelaskan diatas dapat menimbulkan gejala yaitu peningkatan depresi sumsum tulang lebih lanjut, mual dan muntah. Mual dan muntah dapat dikendalikan atau diturunkan dengan intervensi farmakologik dan perilaku.

8. Antosianin (zat kimia yang diketahui bersifat antioksidan dan melindungi hati) yang diisolasi dari tanaman Hibiscus sabdariffa tengah diteliti sebagai agens kemopreventif dengan cara menyebabkan apoptosis (mematikan ) sel kanker pada sel leukemia promielositik manusia.

Posted in Gejala Leukemia | Tagged , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Leukemia

Leukemia pada orang dewasa umumnya limfositik kronis atau mieloblastik akut. Angka kelangsungan hidup jangka panjang untuk leukemia bergantung pada jenis sel yang terlibat, tetapi berrkisar sampai lebih dari 75 % untuk leukemia limfositik akut pada masa kanak-kanak, merupakan angka statistik yang luar biasa karena penyakit ini hampir bersifat fatal.

Leukemia yang tidak hanya menyerang anak-anak dan orang dewasa saja, namun risiko leukemia menyerang pada seseorang yang lanjut usia pun dapat terjadi. Lebih dari separuh penderitanya adalah leukemia mielositik akut (AML) yang berusia 60 tahun atau lebih. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya persediaan sumsum tulang keadaan umum yang lebih buruk (ko-morbiditas dari jantung dan paru) dan berkurangnya fungsi hati dan ginjal, kemoterapi ingtensif sering tidak mungkin dilakukan. Hanya 59 % mencapai remisi lengkap, sehingga hanya 25-20 % yang mengalami periode bebas leukemia selama 2-3 tahun.

Jika leukemia yang dialami oleh para usia lanjut jenis leukemia mielositik akut. Lain halnya dengan leukemia yang dialami oeh anak-anak, pada anak-anak jenis leukemia yang memiliki risiko tinggi adalah leukemia limfositik akut (ALL). Namun jenis leukemia ini jika di derita oleh anak-anak diantara sekitar 100 anak penderita ALL, sekitar 70 % tersembuhkan. Pada keadaan ini ada satu penyakit yang mencolok yaitu gangguan keterampilan tangan yang terlihat berupa tulisan tangan kurang rapi dan kekurang terampilan lainnya (tangan canggung, gerak motorik kurang halus). Hal itu terjadi, karena kelainan saraf akibat salah satu sitostatikum. Hanya pada sebagian penderita kelainan ini dipulihkan. Belum diketahui mengapa ada orang yang mengalami gejala ini, sementara orang lain tidak.

Posted in Gejala Leukemia | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Leukemia

Di dalam sumsum tulang sel darah terus-menerus diproduksi sesuai kebutuhan, dari sel induk yang ada di sana. SelĀ  darah itu adalah sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) yang beraneka jenis dan keping darah (trombosit). Sel darah merah bertugas sebagai pengangkut zat asam untuk pertukaran zat dari paru ke semua sel didalam tubuh dan membawa asam arang, yaitu zat ampas ke paru untuk disingkirkan melalui jalan napas. Leukosit sibuk berhadapan dengan pembangkit penyakit dan kerusakan, sedangkan keping darah mempunyai peranan penting di dalam pembekuan darah.

Pada leukemia akut, tumor ganas sel darah putih berkembang begitu cepatnya sehingga tanpa terapi penderita akan meninggal dalam waktu singkat. Pada orang dewasa, sumsum tulang yang aktif hemopoetis (membentuk darah) adalah tulang pendek ruas tulang punggung, panggul, tengkorak, iga dan tulang dada. Akibat pertamanya adalah produksi dari sel-sel lain menjadi terdesak, sehingga terjadi kekurangan sel darah merah, jenis sel darah putih lainnya dan trombosit. Efeknya tentu dapat diramalkan yaitu kurang darah karena kekurangan sel darah merah, infeksi karena hilangnya kekebalan dikarenakan berkurangnya sel darah putih yang sehat dan perdarahan karena pembekuan darah, terganggu akibat kekurangan sel trombosit.

Leukemia merupakan neoplasma ganas sel darah putih (leukosit) yang ditandai dengan bertambah banyaknya sel darah putih abnormal dalam aliran darah. Terjadinya produksi sel-sel darah putih yang masih muda dengan cepat, berlebihan dan tidak berfungsi. Sel-sel tersebut berinfilitrasi secara progresif ke dalam jaringan tubuh, terutama pada sumsum tulang. Hal tersebut mengakibatkan sumsum tulang rusuk dan kehilangan fungsinya untuk membuat sel darah merah (eritrosit) normal, sel darah putih normal, dan platelets. Sebagai akibat dari kegagalan membuat sel darah merah maka dapat mengakibatkan anemia. Kurangnya sel darah putih yang normal dapat mengakibatkan penurunan kekebalan tubuh terhadap infeksi dan gagalnya produksi platelets dapat mengakibatkan pendarahan yang gawat.

Posted in Gejala Leukemia | Tagged , , , , , , | Leave a comment